At the beginning, i am very happy as auditor to get a new experience. Why? because i realized the meaning of low session and high session. High Session means we must overwork to achive goal that setting by manager. From November to May is a high session for me in my office. After that we got the low session, Oww...it is very bored for me. Can you imagine? We attended office without no project. We are only absent at 8.30 and go home at 17.30. No Project, No supervision and No No No...it is about No. Just sit, read, talking to other people, or surfing in the website especially account Facebook. This situation is already walking for one week. Imagine?
For That reason, I think that i must have some activies. "I Must Busy, Busy and Busy" i talked deeply inside my heart. What Activies? I Choose follow my friend to get a Tax Brevet and English Course. It is highly remarkable. Because from that reason i got a new experince and knowledge.
First Class that i attended the tax class. The Lecture ask "Why all of you in This Room?", i think and guess all of studend in that class should answer with this "is it a question ?". But from all answer that we try response to this question. The Lecture seems unhappy. Why? Because all of the answer are all about the Weakness of Tax Study such as Gayus Tambunan, Tax Consultant in Surabaya , etc. Many motivation seem as a curruptor. "So Why you in this Room?" said the lecture who is Komar. Why all of you think tax as a Bad Name?. But the fact does not seems like that. I Know and believe many good tax officer. This brevet used to teach us a good way in learn tax, not reverse. "We learn a good tax in a goow way, so someday it will become a goodness for you and other people, Not Reverse"
It is very motivational presentation from his. I kept it in my heart, so someday i learn tax, i can use it to help other people.
Tuesday, June 22, 2010
English English English
No No No, I am not writing about English's Team in World Cup. Here, i want to share my vision about learning English. Why? Because in the future, Speaking, Writing or Listening in English is should be able. For me, English is must because most of my clients which mining companys using english as a second language.
Most of their labour are expatriate. So for Indonesian labour is should be able to speak english well. Aghh i am very ashamed for this. For this reason, i try hardly to start the process learning english in this blog...
Most of their labour are expatriate. So for Indonesian labour is should be able to speak english well. Aghh i am very ashamed for this. For this reason, i try hardly to start the process learning english in this blog...
Wednesday, June 16, 2010
My Prayer
Dear God,
Thanks God for everthing you give to me for this day,
Thanks God for this job that i can learn anything especially generally accepted accounting principle
Thanks God for a lot of friends, a lot of cheers, a lot of happiness, and a huge of caring each other.
Thanks God for your love to me
Thanks God for keep my mind, my body and my soul.
Amin
Thanks God for everthing you give to me for this day,
Thanks God for this job that i can learn anything especially generally accepted accounting principle
Thanks God for a lot of friends, a lot of cheers, a lot of happiness, and a huge of caring each other.
Thanks God for your love to me
Thanks God for keep my mind, my body and my soul.
Amin
Tuesday, June 15, 2010
BCA vs Bank Mandiri
Kedapatan Tugas membuat Economic Value Added(EVA) khususnya menghitung EVA dari Bank Central Asia dan Bank Mandiri. Sembari membaca dan memikirkan rumusan EVA, saya melihat suatu hal yang menarik dari laporan keuangan kedua bank terbesar di Indonesia ini. Hal yang menarik itu adalah mengenai perlakuan terhadap Sumber Daya Manusia yang ada di masing-masing bank. Bila kita melihat Laporan Keuangan BCA dan Bank Mandiri untuk 31 Desember 2009 maka akan terlihat profil karyawan berdasarkan tingkat pendidikan. Walaupun jumlah karyawan di kedua bank tersebut tidak saya, namun dapat kita ambil persentase profil karyawannya.
Untuk Bank Mandiri, 73% karyawannya merupakan lulusan Sarjana(S-1), 20% karyawannya merupakan lulusan SMA sederajat, dan sisanya lulusan pascasarjana.
Bandingkan dengan Bank Central Asia, 61% karyawannya merupakan lulusan Sarjana(S-1),35% merupakan lulusan SMA sederajat, dan sisanya lulusan pascasarjana.
Dari profil tingkat pendidikan karyawan dapat kita lihat bahwa Bank Mandiri selangkah di depan. Selanjutnya mari kita bandingkan dengan Biaya Training yang di keluarkan oleh masing-masing Bank.
Untuk Bank Mandiri biaya training per 1 orang yaitu sebesar Rp. 9.024.095 sementara untuk Bank Central Asia Rp. 6.165.815. Jika dibandingkan maka sebagai seorang karyawan saya akan memilih di Bank Mandiri.
Selain data-data dari laporan Keuangan tersebut, saya sendiri mempunyai pengalaman mengikuti test masuk untuk kedua bank ini. Saya mengakui metode yang di lakukan bank Mandiri cukup aktif dibandingkan dengan Bank Central Asia. Bank Mandiri sangat intens mencari sumber-sumber daya terbaik untuk setiap universitas melalui job expo/career expo dan bekerjasama dengan organisasi-organisasi di kampus yang berhubungan dengan career. Dibandingkan Bank Central Asia yang sebagian besar menerima pendaftaran pegawai baru dengan jalur online. Saya juga mengetahui bahwa BCA memiliki sekolah sendiri untuk penerimaan karyawan barunya, sehingga tidak terlalu gencar mencari lulusan universitas terbaik.
Bagi saya pribadi, menemukan jalur career dimana saja sama baiknya apabila kita bekerja sesuai dengan passion kita masing-masing. Namun, perusahaan yang mendukung dan memprioritaskan perkembangan sumber daya manusia pasti jadi pilihan lebih utama. Disini saya sekadar menggunakan analisis sederhana, mudah-mudahan berguna dalam melihat, memikirkan dan memilih mana yang terbaik.
Untuk Bank Mandiri, 73% karyawannya merupakan lulusan Sarjana(S-1), 20% karyawannya merupakan lulusan SMA sederajat, dan sisanya lulusan pascasarjana.
Bandingkan dengan Bank Central Asia, 61% karyawannya merupakan lulusan Sarjana(S-1),35% merupakan lulusan SMA sederajat, dan sisanya lulusan pascasarjana.
Dari profil tingkat pendidikan karyawan dapat kita lihat bahwa Bank Mandiri selangkah di depan. Selanjutnya mari kita bandingkan dengan Biaya Training yang di keluarkan oleh masing-masing Bank.
Untuk Bank Mandiri biaya training per 1 orang yaitu sebesar Rp. 9.024.095 sementara untuk Bank Central Asia Rp. 6.165.815. Jika dibandingkan maka sebagai seorang karyawan saya akan memilih di Bank Mandiri.
Selain data-data dari laporan Keuangan tersebut, saya sendiri mempunyai pengalaman mengikuti test masuk untuk kedua bank ini. Saya mengakui metode yang di lakukan bank Mandiri cukup aktif dibandingkan dengan Bank Central Asia. Bank Mandiri sangat intens mencari sumber-sumber daya terbaik untuk setiap universitas melalui job expo/career expo dan bekerjasama dengan organisasi-organisasi di kampus yang berhubungan dengan career. Dibandingkan Bank Central Asia yang sebagian besar menerima pendaftaran pegawai baru dengan jalur online. Saya juga mengetahui bahwa BCA memiliki sekolah sendiri untuk penerimaan karyawan barunya, sehingga tidak terlalu gencar mencari lulusan universitas terbaik.
Bagi saya pribadi, menemukan jalur career dimana saja sama baiknya apabila kita bekerja sesuai dengan passion kita masing-masing. Namun, perusahaan yang mendukung dan memprioritaskan perkembangan sumber daya manusia pasti jadi pilihan lebih utama. Disini saya sekadar menggunakan analisis sederhana, mudah-mudahan berguna dalam melihat, memikirkan dan memilih mana yang terbaik.
Friday, February 19, 2010
www.photofunia.com
Tuesday, February 16, 2010
AKU BISA
Aku Bisa
Kadang ku takut dan gugup
Dan ku merasa oh-oh tak sanggup
Melihat tantangan di sekitarku
Aku merasa tak mampu
Namun ku tak mau menyerah
Aku tak ingin berputus asa
Dengan gagah berani aku melangkah
Dan berkata aku bisa…
Reff:
Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku harus terus berusaha
Bila ku gagal itu tak mengapa
Setidaknya ku tlah mencoba
Aku bisa… aku pasti bisa…
Ku tak mau berputus asa
Kucoba terus coba
sampai ku bisa
AKU PASTI BISA!
Friday, February 12, 2010
Dangerous Bank Century
Just My First Paper About Bank Century. If you want data about Bank Century, you can e-mail me at edward.bintang@gmail.com
Abstract
After The first BC case (Bibit-Chandra) ending and now the second BC case (Bank Century) is at the end of the beginning. There are dangerous parallels between the two BC cases. The Bank Century case is at the end of the beginning, an issue which lay dormant for a year until the political landscape changed. Bank Century fell because of fraud perpetrated by its owners and accomplices who bled its treasury to death. The government has dealt with this part of the crisis by prosecuting the criminals, recovering the stolen money and taking control of the bank. The choice was then whether to let Bank Century disappear or to salvage the remains.
At the height of the economic crisis in November 2008, the Indonesian treasury faced a dilemma. If they let Bank Century fold, the domino effect could threaten to lead other financial institutions into bankruptcy and trigger a market crisis of confidenc. Hank Paulson who was then US Treasury Secretary faced the same dilemma and chose to let Lehman Brothers fall. That was followed by a deluge of financial failures which left the US economy reeling, sending an urgent message to the rest of the world. Neighboring countries like Singapore, Malaysia, and Australia immediately imposed a blanket guarantee on their banks. Indonesian businessmen implored our government to do the same, but the cost would be prohibitive. Instead, Indonesia chose to rescue banks that are deemed to pose systemic risk on the banking system. Bank Century was brought to the Committee for Stabilization of the Financial Sector (KSSK) which decreed a takeover, entrusting it to the Deposit Insurance Agency (LPS.
After research this case, founded that indications of violations of the rules and abuse of authority in this case as refer to Audit Report Investigative Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). So, in this paper, we will explain detailed about the Bank Century from start to process bail out with the audit approach.
Key : Bank Century, Independent Auditor’s Report
Abstract
After The first BC case (Bibit-Chandra) ending and now the second BC case (Bank Century) is at the end of the beginning. There are dangerous parallels between the two BC cases. The Bank Century case is at the end of the beginning, an issue which lay dormant for a year until the political landscape changed. Bank Century fell because of fraud perpetrated by its owners and accomplices who bled its treasury to death. The government has dealt with this part of the crisis by prosecuting the criminals, recovering the stolen money and taking control of the bank. The choice was then whether to let Bank Century disappear or to salvage the remains.
At the height of the economic crisis in November 2008, the Indonesian treasury faced a dilemma. If they let Bank Century fold, the domino effect could threaten to lead other financial institutions into bankruptcy and trigger a market crisis of confidenc. Hank Paulson who was then US Treasury Secretary faced the same dilemma and chose to let Lehman Brothers fall. That was followed by a deluge of financial failures which left the US economy reeling, sending an urgent message to the rest of the world. Neighboring countries like Singapore, Malaysia, and Australia immediately imposed a blanket guarantee on their banks. Indonesian businessmen implored our government to do the same, but the cost would be prohibitive. Instead, Indonesia chose to rescue banks that are deemed to pose systemic risk on the banking system. Bank Century was brought to the Committee for Stabilization of the Financial Sector (KSSK) which decreed a takeover, entrusting it to the Deposit Insurance Agency (LPS.
After research this case, founded that indications of violations of the rules and abuse of authority in this case as refer to Audit Report Investigative Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). So, in this paper, we will explain detailed about the Bank Century from start to process bail out with the audit approach.
Key : Bank Century, Independent Auditor’s Report
Thursday, February 11, 2010
"White Vampire"

300-an ml darah segar hilang sudah langsung di seruput ama Si "Vampire" berbaju putih. Gila!! Orang Normalnya sekali mendonorkan darahnya cuma 200-250 ml tapi kali ini beda. Gak terasa ngobrol ngalur ngidul ama si "Vampire" berbaju putih. darah gw ngalir terus kekantung darah. Sampai-sampai dia nanya "kalau 350 ml mau ngak?". Buset dalam hati gw, biasanya aja gw cuma 250 ml sekali ng-donorin darah. Langsung gw tanya, "Emang sekarang sudah berapa mbak? jawabnya "Sudah 300-an ml Pak". Gw jawab aja santai, "Cukup Mbak Vampire". Eh dia malah cengir-cengir, gak tau apa kalau badan gw uda lemas, jantung berdegup kencang tidak karuan, mata kunang-kunang kae ada burung gagak muter2x diatas kepala, kepala pusing tujuh keliling, hilang konsentrasi, kehilangan keseimbangan ujung-ujungnya mati mendadak kena serangan jantung eh salah kena serangan yang lain...lo?ha ha ha.
Just Intermezzo!
Thursday, December 10, 2009
BOLA!!

Bola diatas, Bola yang membuat gw terbaring lemah. Dan Tepat hari ini, Bulan ini, 6 Tahun yang lalu gw mengalami kejadian itu. Kejadian yang membuat gw sempat takut akan namanya "Hidup". Gw mengalami patah tulang, di telapak kaki kanan. Sore itu, gw diajak bermain bola di lapangan kompleks perumahaan gw. Setengah Jam pertama permainan masih berjalan lancar dan fun..tendang sana oper sini. And Ketika ingin menendang bola langsung ke depan menuju Striker, ternyata ada batu besar dibawahnya. end....S***!!. Gw nendang batu gede itu sejauh 3 meter!Da**!Sehabis gw tendang, gw masih bisa jalan ampe pinggir lapangan. Sisanya sobat-sobat tau sendiri la, gw harus terbaring di tempat tidur selama 3 bulan, 3 bulan lagi menjalani masa perawatan. Setelah sembuh total, bola ini gw pigura, gw pajang di kamar gw. Tujuannya cuma 1,yaitu ketika gw pulang, gw lihat, gw takut untuk tidak memaknai arti "hidup". Thanks!GBU!
Monday, December 07, 2009
Green Festival-Gereja Sudirman Jakarta

Melihat iklan di Kompas mengenai Green Festival’09 di senayan, gw langsung berangkat menuju TKP. Disana banyak hal yang gw dpt, mulai dari yang kecil hingga besar. Dari yang kecil seperti mengembalikan kantong plastik gorengan ke pedagang gorengan. Simple kan? Tapi jujur susah sob. Begitu juga dengan naik kendaran umum. Coba perhatikan setiap hari, berapa banyak kendaraan pribadi di Jakarta yang hanya di isi 1 atau 2 orang saja sisanya kosong melompong. Apapun Alasannya?Teringat “Mobil Omprengan”, yaitu mobil pribadi yang disewakan kepada masyarakat. Biasanya ada sewaktu berangkat dan pulang kerja. Jumat yang lalu, kebetulan Mobil “Vios” yang gw naekin buat berangkat kerja. Man, tu bapak ramah banget, mulai dari ngobrol ngalur ngidul, hingga serius mengenai Global Warming. Gw yakin dia uda mapan dan bisa langsung berangkat semaunya. Tapi ini beda sob, dia rela mengorbankan kenyamanannya untuk sesuatu tujuan yang lebih besar dimasa depan,. “I think, he is a great Man”.
Hari Menjelang malam, gw melanjutkan perjalanan gw ke Gereja HKBP Sudirman Jakarta. Gereja Batak yang tetap mempertahankan sisi ketradisionalan-nya ditengah-tengan himpitan bangunan pencakar langit. Katanya ada ritual magis disana?jadi Penasaran gw?Sob, bener banget. Ada suasana sukacita yang luar biasa, bernyanyi kata demi kata merangkai kalimat memuji-Nya. Sungguh suasana yang membuat gw semakin dekat kepada-Nya. Disana gw tidak mendapatkan apa yang gw harapin, bahkan lebih dari itu. Gw mendapatkan apa yang gw butuhin!GBU!
Friday, December 04, 2009
BuSWaY

Terlepas dari pro dan kontra busway. Busway tetap menjadi kendaraan umum wajib saya setiap hari. Semakin hari sepertinya pengguna busway semakin meningkat..dapat terlihat di terminal Harmoni yang semakin menumpuk..puk..puk hingga jalur Harmoni-Blok M bisa-bisa menunggu setengah jam lebih biar dapat bus. Lelah pastinya kalau transit di Harmoni, apalagi yang datang dari arah kalideres. Hingga suatu hari akhirnya mencoba berhenti di Sawah Besar. Efeknya luar biasa, yang tiap pagi perjalanan Harmoni-Blok M hampir mencapai 50 menit, sekarang cuma 20 menit-an. Akibat tidak ngantri di Sawah Besar, begitu turun, langsung naik bus, plus duduk lg.uenakk..So,bagi yang rada-rada malas akibat antrian di Harmoni khususnya bagi yang mau ke Blok-M. Coba in deh, naik dari Sawah Besar, pasti lebih cepat!
Wednesday, December 02, 2009
Pohon Natal

Awal Desember, Awal Kerinduan untuk semakin dekat kepada-Nya. Merindukan suasana kebersamaan keluaga (merangkai pohon natal ho ho akhirnya jadi juga semalam), sahabat(ngecengin seseorang ha ha), hingga orang-orang yang ada di lingkungan sekitar kita (mari saling berbagi). We Mish You a Merry X-mas, We Mish You a Merry X-mas...
Tuesday, December 01, 2009
Jend.Sudirman
Monday, November 30, 2009
AkU TaK PaNdAi MeNuLis
"Aku gak ada bakat untuk menulis", teriak-ku dalam hati kecil. Aku ingin bisa menulis seperti halnya penulis-penulis yang bukunya berjejer di kamarku. Bagaimana mereka bisa menulis dengan demikian baiknya? Sementara tulisanku demikian kaku bagaikan angka-angka statistik yang menjemukan.
Putus asa tidak ada dalam kamusku. Sewaktu kuliah, Aku mengikuti sebuah organisasi jurnalistik-keilmuan dikampus yaitu Badan Otonom Economica(BOE) FEUI. Selama di BOE, aku banyak belajar mengenai cara melakukan wawancara, menulis, dan mengedit tulisan. Di BOE lah kemampuan ku semakin terasah, mengikuti berbagai training dari lembaga jurnalistik seperti KOMPAS, Bisnis Indonesia, Tempo, hingga Metro TV. Semakin menambah wawasanku dan jam terbang dalam hal tulis menulis.
Berbagai tulisan ku sudah pernah di terbitkan di berbagai Media Kampus seperti ECOPAPERS, ECONOMICA, DINDING BOE DLL. Namun satu hal yang baru kusadari, menulis itu memerlukan bakat. Satu hal yang tidak kupunya selama ini.
Anda mungkin sudah pernah merasakannya bagaimana susahnya membuat tulisan yang baik dan benar? atau belum? Bagiku memang tidak mudah...
Ada beberapa masalah seperti:
tidak ada ide;
tidak sempat (tidak ada waktu);
tidak mood.
Aku bukannya tidak berusaha. Sudah banyak buku cara menulis yang kubeli dan tentunya kubaca. Sudah banyak kertas yang kugunakan untuk untuk mencoba menulis. Sudah banyak berkas di komputer yang tak kunjung selesai. Semuanya tetap berkata, “kau tak pandai menulis!”. Ya begitula suara hati kecilku selalu berteriak saat aku ingin memulai sebuah tulisan...hingga tulisan ini terselesaikan, suara itu masih terus berteriak.
Just Do It!
Putus asa tidak ada dalam kamusku. Sewaktu kuliah, Aku mengikuti sebuah organisasi jurnalistik-keilmuan dikampus yaitu Badan Otonom Economica(BOE) FEUI. Selama di BOE, aku banyak belajar mengenai cara melakukan wawancara, menulis, dan mengedit tulisan. Di BOE lah kemampuan ku semakin terasah, mengikuti berbagai training dari lembaga jurnalistik seperti KOMPAS, Bisnis Indonesia, Tempo, hingga Metro TV. Semakin menambah wawasanku dan jam terbang dalam hal tulis menulis.
Berbagai tulisan ku sudah pernah di terbitkan di berbagai Media Kampus seperti ECOPAPERS, ECONOMICA, DINDING BOE DLL. Namun satu hal yang baru kusadari, menulis itu memerlukan bakat. Satu hal yang tidak kupunya selama ini.
Anda mungkin sudah pernah merasakannya bagaimana susahnya membuat tulisan yang baik dan benar? atau belum? Bagiku memang tidak mudah...
Ada beberapa masalah seperti:
tidak ada ide;
tidak sempat (tidak ada waktu);
tidak mood.
Aku bukannya tidak berusaha. Sudah banyak buku cara menulis yang kubeli dan tentunya kubaca. Sudah banyak kertas yang kugunakan untuk untuk mencoba menulis. Sudah banyak berkas di komputer yang tak kunjung selesai. Semuanya tetap berkata, “kau tak pandai menulis!”. Ya begitula suara hati kecilku selalu berteriak saat aku ingin memulai sebuah tulisan...hingga tulisan ini terselesaikan, suara itu masih terus berteriak.
Just Do It!
Thursday, November 26, 2009
Dua Hal Yang Belum KUPUNYA!
Belajar dari seseorang merupakan hal yang sangat menarik bagi diriku. Teringat semalam, Saat jiwa dan raga lelah sehabis pulang kantor, rasanya ingin langsung merebahkan tubuh ini di tempat peristirahatannya.
Tiba-tiba hp-ku berdering, ku cek ternyata seseorang nelpon, buat nyuruh nonton Kick Andy. Aghh..males, tapi tetap kutonton juga. Walaupun kondisi mata tingal 5 watt, kupaksakan juga, hingga kusadari topik yang diangkat sungguh mencerminkan kondisi apa yang kualami saat ini.
Please Check This : www.kickandy.com
Bukan hanya satu atau dua orang yang memberikan kata-kata tersebut, hampir semua narasumber Kick Andy mengatakan yang sama dalam memulai suatu pekerjaan. SERIUS DAN PUNYA COMMITMENT. Dua pasang kata yang langsung mengena banget di hatiku, Jujur dalam segala hal yang gw lakuin sekarang, dua hal tersebut yang gak ada dan gak tau gimana harus memulainya. Mungkin karena itulah ampe sekarang status single di Facebook belum berubah..he2x.
Hampir dalam setiap momen kegiatan penting dalam hidupku, kedua kata2x tersebut selalu muncul, aneh aja?kok bisa berulang terus ya?Mulai dari Sidang Akhir Skripsi. Dosen pembimbingku mengatakan, “kamu tu kurang Impression-nya, padahal sebenarnya kamu bisa, terlihat dari kamu membawakannya…”Akhirnya skripsi ku Cuma dikasih nilai A-. Bener2x membingungkan, walaupun sebenarnya usaha ku sudah cukup keras untuk mengerjakannya. Begitu juga saat wawancara kerja, “serius dikit bisa ngak sih?”wah, kaenya gak diterima, eh ternyata di terima. Lagi-lagi aneh???
Sampai sekarang masih bingung sama kedua hal tersebut. Hingga menonton acara Kick Andy tadi malam, kusadari kedua kata tersebut emang tidak ada di dalam diriku ini. Mungkin buat teman-teman yang ingin tau sebenarnya apa arti Serius dan Punya Commitment?Baca, Tonton acara Kick Andy, temukan sendiri arti keseriusan bagimu, dan yang terakhir share dengan teman2xmu dimana saja.
“Hope The Best, Plan The Worst”
Tiba-tiba hp-ku berdering, ku cek ternyata seseorang nelpon, buat nyuruh nonton Kick Andy. Aghh..males, tapi tetap kutonton juga. Walaupun kondisi mata tingal 5 watt, kupaksakan juga, hingga kusadari topik yang diangkat sungguh mencerminkan kondisi apa yang kualami saat ini.
Please Check This : www.kickandy.com
Bukan hanya satu atau dua orang yang memberikan kata-kata tersebut, hampir semua narasumber Kick Andy mengatakan yang sama dalam memulai suatu pekerjaan. SERIUS DAN PUNYA COMMITMENT. Dua pasang kata yang langsung mengena banget di hatiku, Jujur dalam segala hal yang gw lakuin sekarang, dua hal tersebut yang gak ada dan gak tau gimana harus memulainya. Mungkin karena itulah ampe sekarang status single di Facebook belum berubah..he2x.
Hampir dalam setiap momen kegiatan penting dalam hidupku, kedua kata2x tersebut selalu muncul, aneh aja?kok bisa berulang terus ya?Mulai dari Sidang Akhir Skripsi. Dosen pembimbingku mengatakan, “kamu tu kurang Impression-nya, padahal sebenarnya kamu bisa, terlihat dari kamu membawakannya…”Akhirnya skripsi ku Cuma dikasih nilai A-. Bener2x membingungkan, walaupun sebenarnya usaha ku sudah cukup keras untuk mengerjakannya. Begitu juga saat wawancara kerja, “serius dikit bisa ngak sih?”wah, kaenya gak diterima, eh ternyata di terima. Lagi-lagi aneh???
Sampai sekarang masih bingung sama kedua hal tersebut. Hingga menonton acara Kick Andy tadi malam, kusadari kedua kata tersebut emang tidak ada di dalam diriku ini. Mungkin buat teman-teman yang ingin tau sebenarnya apa arti Serius dan Punya Commitment?Baca, Tonton acara Kick Andy, temukan sendiri arti keseriusan bagimu, dan yang terakhir share dengan teman2xmu dimana saja.
“Hope The Best, Plan The Worst”
Tuesday, November 24, 2009
Luv U?
Disela-sela kekosongan menunggu pergi ke client. Aku sempatkan menulis sesuatu sekadar berbagi....Banyak hal yang membuat ku semakin yakin bahwa dia adalah perpanjangan tangan-Nya. Kasihnya sunguh besar terhadapku, Kasih yang begitu besar hingga ku tak dapat lagi menampungnya. Dia yang selalu mendukungku, menyayangiku dengan apa adanya aku, dan memberikan aku semangat ketika ku gagal.
Teringat ketika mengikuti Try Out SPMB 5 tahun yang lalu, kegigihan ku untuk dapat lulus DI UI sangat besar.Hingga dalam waktu sehari aku hanya tidur 4/5 jam saja sehari. Tapi dari situ aku mulai menyadari bahwa dia lah yang mendorongku untuk terus berjuang. Setiap aku bangun jam 3 pagi, disaat itulah dia juga terbangun dari tidurnya hanya untuk membuatkan roti dan teh manis...
Begitula akhirnya aku lulus di UI jurusan Akuntansi. Selama kuliah bener-bener aku menikmati indahnya masa-masa kuliah. Jalan sini Jalan sana, ngobrol, bercanda, ngecengin orang,begadang kalo mau ujian, nempelin poster di sepanjang jalan di Jakarta... Indahnya.
Tapi sesuatu hal membuatku terjatuh si semester akhirku, semester kegelapan dalam hidup ku, sesuatu di luar pemikiran dan bayanganku. Berat sungguh berat yang ku alami, aku harus mengganti Judul skripsi ku hingga 6 kali, pembimbing skripsi yang sangat perfeksionis, "teman-teman" yang tadi nya dapat kuharapkan semakin menjauh. Hingga akhirnya aku merasa frustasi dan tenggelam dalam kegelapan sendiriku. Terkungkung sendiri dalam keasikan ku sendiri dan mencoba lari dari segala permasalahan.
Namun, disaat itulah dia hadir,memberiku dorongan disaat ku malu untuk menatap matahari, dia datang menjemputku menaklukan matahari. Kasihnya sungguh besar terhadapku...kalau ada kata diatas great! pasti kan ku pilih...untuk menggambarkan besarnya kasihnya. Namun itulah, teringat "Kamu hanyalah sesuatu di Dunia ini, Tapi Kamu adalah Dunia Bagi seseorang"
Terimakasih Tuhan atas segala karunia ini,...Terimakasih buat dia, mamaku tercinta, yang sudah membantuku melewati masa2x sulit...
"...Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya..., dipopulerkan oleh Dewi Lestari"
Semoga Panjang umur dan sehat selalu Mama. Amin.
Teringat ketika mengikuti Try Out SPMB 5 tahun yang lalu, kegigihan ku untuk dapat lulus DI UI sangat besar.Hingga dalam waktu sehari aku hanya tidur 4/5 jam saja sehari. Tapi dari situ aku mulai menyadari bahwa dia lah yang mendorongku untuk terus berjuang. Setiap aku bangun jam 3 pagi, disaat itulah dia juga terbangun dari tidurnya hanya untuk membuatkan roti dan teh manis...
Begitula akhirnya aku lulus di UI jurusan Akuntansi. Selama kuliah bener-bener aku menikmati indahnya masa-masa kuliah. Jalan sini Jalan sana, ngobrol, bercanda, ngecengin orang,begadang kalo mau ujian, nempelin poster di sepanjang jalan di Jakarta... Indahnya.
Tapi sesuatu hal membuatku terjatuh si semester akhirku, semester kegelapan dalam hidup ku, sesuatu di luar pemikiran dan bayanganku. Berat sungguh berat yang ku alami, aku harus mengganti Judul skripsi ku hingga 6 kali, pembimbing skripsi yang sangat perfeksionis, "teman-teman" yang tadi nya dapat kuharapkan semakin menjauh. Hingga akhirnya aku merasa frustasi dan tenggelam dalam kegelapan sendiriku. Terkungkung sendiri dalam keasikan ku sendiri dan mencoba lari dari segala permasalahan.
Namun, disaat itulah dia hadir,memberiku dorongan disaat ku malu untuk menatap matahari, dia datang menjemputku menaklukan matahari. Kasihnya sungguh besar terhadapku...kalau ada kata diatas great! pasti kan ku pilih...untuk menggambarkan besarnya kasihnya. Namun itulah, teringat "Kamu hanyalah sesuatu di Dunia ini, Tapi Kamu adalah Dunia Bagi seseorang"
Terimakasih Tuhan atas segala karunia ini,...Terimakasih buat dia, mamaku tercinta, yang sudah membantuku melewati masa2x sulit...
"...Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya..., dipopulerkan oleh Dewi Lestari"
Semoga Panjang umur dan sehat selalu Mama. Amin.
Friday, November 13, 2009
Pensiun Muda, Kenapa ngak?
"Dalam hidup, kita hanya punya dua dari tiga hal berikut: tenaga, uang, dan waktu. Waktu muda, kita punya tenaga dan waktu tetapi tidak ada uang. Saat berusia matang, tenaga masih kuat, uang sudah cukup tetapi waktunya hampir tidak ada. Terakhir, ketika pensiun, uang banyak dan waktu juga berlebih tetapi tenaga hanya tinggal sisa. Karenanya, pensiunlah saat muda. Inilah masanya Anda masih memiliki ketiganya." Budi Frensidy.
Friday, August 07, 2009
"Tujuan Hidup"
Aku Bersaksi Waktu Ku Menghujat Tuhan
Aku Bersaksi waktu Ku Menghempaskan Tujuan Hidup
Aku bersaksi Waktu Ku Kehilangan Semangat Hidup
Aku Bersaksi Waktu Ku Mendekam dalam Kesunyian
Terimakasih Tuhan
Karena Kesaksian Ku semakin Menguatkan Aku
Karena kesaksian Ku Semakin Mancambuk Aku
Karena kesaksian Ku Semakin Melayani Sesama Aku
karena Kesaksian Ku Semakin Memuliakan-Mu
Ayo Kawan!
Puisi buat Kawan ku yang sedang dirudung sedih..{You Are You}
Sabar aja..Tuhan dah menciptakan Lo untuk sebuah Tujuan yang uda dia buat(Lg baca Purpose Driven Life...he he..mudah2xan belom telat tuk membacanya). Gw juga lagi bertanya ama Dia, sebenarnya gw hidup buat apa ya?hari-hari sepi yang sangat sedikit banget tuk berdiskusi mengenai hal ini...
God Bless You!
Aku Bersaksi waktu Ku Menghempaskan Tujuan Hidup
Aku bersaksi Waktu Ku Kehilangan Semangat Hidup
Aku Bersaksi Waktu Ku Mendekam dalam Kesunyian
Terimakasih Tuhan
Karena Kesaksian Ku semakin Menguatkan Aku
Karena kesaksian Ku Semakin Mancambuk Aku
Karena kesaksian Ku Semakin Melayani Sesama Aku
karena Kesaksian Ku Semakin Memuliakan-Mu
Ayo Kawan!
Puisi buat Kawan ku yang sedang dirudung sedih..{You Are You}
Sabar aja..Tuhan dah menciptakan Lo untuk sebuah Tujuan yang uda dia buat(Lg baca Purpose Driven Life...he he..mudah2xan belom telat tuk membacanya). Gw juga lagi bertanya ama Dia, sebenarnya gw hidup buat apa ya?hari-hari sepi yang sangat sedikit banget tuk berdiskusi mengenai hal ini...
God Bless You!
Saturday, July 25, 2009
Siapamu atau Siapaku?
Siapamu yang datang memberi sapa
Sapamu akankah memberikan arti
Sapamu dapatkan memberi kehangatan
atau sapamu memberikan kesesakan untuk siapaku
aghh...sapamu hanya datang untuk mempecundangiku
terus buat apa sapamu untuk siapamu dan siapaku
toh...aku bukan siapamu atau pun kau bukan siapaku
perihnya...hingga aku tak sangguk tuk menyapanya
hati ini seperti teriris-iris oleh sapamu
setajam silet setajam sapamu
datang tuk menghujam siapamu
siapamu aku?
tapi apalah sapamu
sapamu tak lebih dari perbuatan mu
toh aku tau dirimu tak lebih dari diriku bukan karena sapamu
perbuatan mu saja tak setajam sapamu
tapi sapamu emang bukan untuk siapaku atau siapamu?
sapamu tuk dirimu sendiri
ha ha..puisi ku dah jadi juga beberapa..setidaknya kutuliskan apa yang ada didalam hatiku..hari hari panjang penantian kerja.mulai sibuk tuk tes tertulis ataupun wawancara...hatiku kembali bergejolak.Aku hanya bisa bermohon kepada-Nya...apa yang ada dalam hatiku tercapai...Amin
Sapamu akankah memberikan arti
Sapamu dapatkan memberi kehangatan
atau sapamu memberikan kesesakan untuk siapaku
aghh...sapamu hanya datang untuk mempecundangiku
terus buat apa sapamu untuk siapamu dan siapaku
toh...aku bukan siapamu atau pun kau bukan siapaku
perihnya...hingga aku tak sangguk tuk menyapanya
hati ini seperti teriris-iris oleh sapamu
setajam silet setajam sapamu
datang tuk menghujam siapamu
siapamu aku?
tapi apalah sapamu
sapamu tak lebih dari perbuatan mu
toh aku tau dirimu tak lebih dari diriku bukan karena sapamu
perbuatan mu saja tak setajam sapamu
tapi sapamu emang bukan untuk siapaku atau siapamu?
sapamu tuk dirimu sendiri
ha ha..puisi ku dah jadi juga beberapa..setidaknya kutuliskan apa yang ada didalam hatiku..hari hari panjang penantian kerja.mulai sibuk tuk tes tertulis ataupun wawancara...hatiku kembali bergejolak.Aku hanya bisa bermohon kepada-Nya...apa yang ada dalam hatiku tercapai...Amin
Sunday, July 19, 2009
Biasa atau Bisa
bisa karena biasa
biasa karena bisa
bisamu bukan bisaku
biasamu bukan bisaku
bisaku juga bisamu
bisaku lebih bisamu
bisa bukan bisa
bisa karena bisa
biasa karena bisa
bisamu bukan bisaku
biasamu bukan bisaku
bisaku juga bisamu
bisaku lebih bisamu
bisa bukan bisa
bisa karena bisa
Subscribe to:
Comments (Atom)

